Selasa, 23 Mei 2017

Jepang Masih Tersisa Di Bangkalan

Meski zaman penjajahan jepang sudah lama berlalu, namun masih tersisa bekas dari zaman tersebut. Salah satunya yaitu beberapa tembok yang biasa disebut sebagai bunker yang berada di Kabupaten Bangkalan, Madura.

Waktu itu saya bersama teman-teman blogger Plat-M mencoba ekspedisi daerah jejak peninggalan sejarah yang berada di kabupaten Bangkalan. Tentu saja, ekspedisi kali ini ditemani langsung oleh pakar sejarah yang berada di Bangkalan. Namun ekspedisi kali ini, bisa dibilang terdapat dua sesi. sesi pertama teman saya dan pakar sejarah yang masuk terlebih dahulu untuk melihat sisa peninggalan tersebut. Selang 20 menit, barulah sesi dua dimana pada sesi ini hanya saya dan satu orang teman saya yang masuk untuk menjelajahnya. Hal ini disebabkan karena keterlambatan saya dalam memanage waktu kumpul :D.

Ketika sampai dilokasi, teman saya dan pakar sejarah baru saja selesai ekspedisi kedalam. Saya pun mencoba mencari tau sedikit seperti apa didalam sana. Setelah itu, saya dan teman langsung masuk untuk menjelajah dan mencari sisa peninggalan tersebut dengan berbekal satu buah arit. Arit ini tentunya untuk menjaga diri dari bahaya dan untuk membuka jalan apabila jalan tertutup oleh semak belukar. 

Selang beberapa menit kamipun menemukan sebuah jejak peninggalan sejarah. Peniggalan kali ini yaitu berupa dinding tebal. Setelah mengabadikan moment tersebut kami melanjutkan ekspedisi lebih dalam lagi. Semakin dalam kami menelusur tempat tersebut, semakin besar pula rintangan yang kami hadapi. Semak belukar menjulang tinggi dan menutupi jalan. Sempat terbesit apakah kita salah jalan atau sudah merupakan jalan buntu. Kami pun mencoba mencari sisa-sisa penebasan untuk membuka jalan dari penjelajahan yang dilakukan teman saya pertama tadi. Ranting demi ranting kami teliti. Akhirnya kami pun menemukan jalan yang tepat untuk menelusuri tempat yang lebih dalam.

Sekitar 30 menit telah berlalu bagi saya dan teman saya menelusuri tempat tersebut. Kami pun lekas kembali ke tempat parkiran dimana teman yang menjelajah pertama menunggu kami disana. Pada ekspedisi yang saya lakukan terdapat 3 dinding yang ditemukan. Namun ketika saya bertanya pada teman dan pakar sejarah yang berangkat lebih dulu, mereka menemukan sekitar 5 buah. Kami pun bercerita lebar tentang sisa peninggalan tersebut. Awalnya saya mengira itu merupakan sebuah bungker sisa peninggalan zaman belanda. Namun setelah diberi pendalaman yang lebih ternyata dinding tersebut merupakan sisa peninggalan zaman penjajahan jepang. 

Sungguh puas rasanya berekspedisi kedalam semak belukar yang tinggi, mencari jejak jalan yang tepat, mencari sisa peninggalan sejarah, dan lain sebagainya. Perlu di ingat bahwa ketika berekspedisi kali ini jangan lupa membawa peralatan yang lengkap seperti :
- Penutup kepala sebagai pelindung panas, 
- Masker untuk melindungi pernafasan kita dari debu, 
- Gunakan celana panjang dan pakaian yang panjang, karena banyak binatang kecil yang terkadang senang menyium kulit kita.
- Membawa alat pemotong semak belukar, bisa arit, celurit, dan lain sebagainya,
- Membawa bekal terutama air minum,
- Alat mengabadikan moment,
- dan lain sebagainya.

Ekspedisi kali ini sungguh seru tentunya. untuk lebih jelasnya lagi berikut beberapa videonya beserta penjelasan dari beberapa pakar sejarah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar