Rabu, 07 Desember 2016

Catatan Driver #MenduniakanMadura

Persiapan #MenduniakanMadura

Baru sekitar 1 tahun saya bergabung dalam Komunitas Blogger Madura (Plat-M) yang pada saat itu Ketua dari komunitas ini atau yang disebut Klebun adalah Choirul Anam. Beberapa bulan yang lalu founder Plat-M Mas Wahyu membuat sebuah info kepada blogger di akun sosial media facebooknya.
"Call for bloggers
Dear bloggers,
Kalian free tanggal 22-25 November ini? Mau ngga main ke Madura dengan tiket sendiri, tapi pas di Madura aku yang traktir 100%, mau aku ajak keliling explore Madura 4 hari 3 malam. Diajak main di pantai, nyeberang kepulauan Sumenep, hingga nginap di rumah warga. Semuanya GRATIS! Eh kelupaan, ada sangu, tapi ngga banyak.
Ada yang mau?
Isi komentar nama dan URL blogmu
SHARE juga bisa dapat pahala.
Ditunggu hingga hari ini jam 23:59 wib ya!
Ketik AMIN agar disetujui  "
Sempat berfikir apakah saya bisa ikut atau tidak sebab tidak berlangsung lama banyak blogger nasional yang ingin mendaftar. Bahkan postingan tersebut dibagikan sekitar 70 kali dan komentar sekitar 150. Dalam hati kecil saya ingin sekali ikut karena bisa mengenal Pulau Madura lebih dalam lagi yang merupakan tempat saya tumbuh dan dibesarkan, namun saya bukanlah siapa-siapa, hanyalah orang baru di dunia blogger.

Saya pun mencoba bertanya langsung kepada mas wahyu. Hasilnya pun seperti prediksi saya, saya memaklumi karena saya masih tahap belajar dan banyak blogger hebat yang mendaftar. Beberapa menit kemudian ada tawaran kalau mau bisa bantu di panitia. Saya pun langsung menyatakan siap sambil senyum-senyum sendiri (untung gak ada orang lihat :D).

Membeli Kaos
Rapat pertama pun dimulai, waktu itu kita semua kumpul di base camp Plat-M. Dengan beberapa ulasan dari mas Wahyu, saya pun mengerti ini benar-benar acara yang besar dari BPWS dengan peserta Blogger Nasional. Saya pun mendapatkan amanah untuk mengurusi perlengkapan dan antar jemput peserta. "Tugas yang lumayan berat", gumam saya dalam hati. Hari berganti, kami pun segera menyiapkan semua hal mengenai acara menjajaki pembangunan BPWS. Dengan pengalaman saya selama 4 tahun menjejakan kaki di Kota Metropolis terbesar kedua ini di Surabaya, beberapa peralatan seperti ID Card, Kaos peserta maupun panitia, dan lain sebagainya telah rampung.

Semua sudah beres, namun masih ada sedikit pikiran yang mengganjal yaitu mengenai antar dan jemput peserta. Mungkin bagi sebagian besar orang berpendapat bahwa bisa menyetir adalah hal yang wah atau keren. Namun hal ini hanya berefek bagai satu sendok air gula yang di taruh di lautan luas. Yah manisnya hanya sebentar :D. Mungkin semua orang punya pendapat masing-masing. Bagi saya, ketika dapat menyetir dan membawa banyak rombongan Menapaki Jejak Pembanguan BPWS di Madura (#JejakBPWS #MenduniakanMadura) sungguh lumayan berat karena taruhannya nyawa.

Mendapat kabar bahwa ketika hari H nanti akan di Patwal oleh Polisi, pikiran saya menjadi kemana-mana. Mungkin ini kali ketiga saya mendapatkan Patwal, namun mendapat patwal ketika saya yang menjadi sopir, ini baru kali pertama. Mendapat Patwal seperti ini pikiran saya pertama yaitu kecepatan pasti di atas ambang kehidupan. Kata-kata bagaimana jika sering terngiang di kepala. Namun saya benar-benar pengen sekali mencoba sensasi ala pertandingan Formula One itu.

Menunggu Kedatangan Peserta #MenduniakanMadura
di Stasiun Pasar Turi Surabaya
Hari berganti hari, akhirnya jadwal mengenai penjemputan pertama telah dinanti. Saat itu saya ditemani Ali Muhtar mendapati menjemput peserta yang pertama yaitu mbak Windah dari Jakarta yang sampai di Stasiun Gubeng pukul 02.00 WIB. Kami pun berangkat dari base camp, sekitar pukul 00.30 WIB. Dengan kecepatan rata-rata bisa dikatakan sebagai pemanasan untuk sensasi F1 nantinya, kami pun sampai di stasiun dan menunggu kedatangan mbak Windah yang nantinya akan diantar ke kost Mbak Aya untuk membantu penginapan. Ali sebagai Asisten Driver selalu siap menghubungi peserta yang akan dijemput. Berbekal Odheng yaitu topi khas Madura, kami siap bertemu dengan seluruh peserta yang nantinya di jemput.

Istirahat Sembari Menunggu Kedatangan Peserta
Setelah itu kami segera bergegas ke Stasiun Pasar Turi Surabaya untuk penjeputan kedua. Disini kami akan menjemput sekitar 4 orang. Namun pukul 03.20 peserta yaitu Mbak Aprijanti, Mas Salman dan Mas Fajrin datang terlebih dahulu, lalu sekitar pukul 06.30 juga nantinya akan datang mbak Mira Utami. Sembari menunggu kedatangan pukul 03.20, kami juga mengisi bensin perut kami ditemani segelas teh hangat dan beberapa kerupuk yang enak.

"Ting", bunyi WA mas Ali menandakan peserta akan datang. kami pun segera bergegas untuk menemui mereka. Tak lama kemudian Mbak Aprijanti, Mas Salman dan Mas Fajrin datang. Kami pun sedikit berbincang dan memberi arahan bahwa masih akan menunggu peserta selanjutnya mbak Mira Utami sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah shalat subuh, kami meminta izin untuk istirahat sejenak. Tak terasa 2 jam berlalu dan peserta selanjutnya datang.

Kami pun berangkat menuju ke BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Suramadu) untuk persiapan pembukaan. 

2 komentar:

  1. wow luar biasa. jadi pagi2 yang njemput mbak windah itu dirimu ya bro. luar biasa!

    BalasHapus